SAMBA SERVER
Samba merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di system Operasi Linux untuk melayani permintaan perukaran data antara mesin Microsoft Windows dan Linux.Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux.Samba juga merupakan salah satu protokol yang di gunakan di system operasi Linux untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.
B.Fungsi Samba Server
a.Menghubungkan antar mesin Linux,Unix,dengan mesin Windows.
b.Menempatkan mesin (UNIX) sebagai Primary Domain Controller sebagaimana dilakukan
Windowns NT 2000 Server.
c.Berbagi (share) File dan Printer pada Server Komputer yang terhubung dengan jaringan.
d.Membantu pengguna Browsing di Network Neighbourhood.
e.memberikan atentifikasi kepada tiap client yang login kedalam satu domain pada satu jaringan .
C.tentang monitoriing kinerja server
monitoring kerja server adalah salah satu fungsi dari management yang berguna untuk menganalisa apakah jaringan masih cukup layak digunakan atau perlu tambahan kapsitas
D.prinsip dan cara kerja
sebuah sistem monitoring kinerja server melakukan proses pengumpulan data mengenai dirinya sendiri dan melakukan analisis terhadap data data tersebut dengan tujuan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimilliki.Data yang dikumpulkan pada umumnya merupakan data yang real time baik data yang diperoleh dari sistem yang hard real time maupun sistem yang softreal time.
E.Beberapa aplikasi monitoring kinerja server
SNMP(simple network management protokol)
merupakan protokol standart industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat dijaringan internet meliputi HUB ,ruter,switch,wroktation dan sistem menegement jaringan secara jerak jauh (remote)
F.beberapa tool monitoring kinerja server
- Monit
Monit tidak hanya memantau server Anda, tetapi juga mengupayakan untuk memperbaiki masalah dengan mengambil tindakan yang telah ditetapkan untuk situasi tertentu. Sebagai contoh, jika server mengalami crash database, Monit dapat secara otomatis me-restart service jika ini adalah tindakan yang ingin anda lakukan.
2.Ganglia
Bila Anda memiliki sekelompok mesin cluster, sulit untuk melihat bagaimana keseluruhan cluster ini secara sekaligus. Ganglia, menyajikan gambaran keseluruhan dari cluster. Ini adalah alat yang hebat untuk anda yang bekerja dengan cluster server, dengan mengabaikan bahwa tools ini terlalu “berlebihan” untuk satu mesin saja.
3. Munin
Munin hadir dengan sistem monitoring berdasarkan grafik metrik. Secara otomatis dapat menghasilkan grafik kinerja harian / mingguan / bulanan / tahunan dan laporan penting. memantau sumber daya sistem inti, seperti memori, ruang disk, penggunaan CPU, aplikasi server seperti MySQL, Apache, dan Squid.
Merupakan tools sederhana namun fungsional, Dengan hanya menambahkan beberapa baris kode, Anda dapat menulis sebuah plugin untuk memantau hampir semua hal. pilihan yang baik untuk hal-hal yang berhubungan dengan grafik kinerja server, seperti jumlah pengguna atau popularitas situs .
4. Cacti
Tools satu ini lebih mirip Munin ke berbagai hal, apa yang membuat berbeda ? adalah Cacti memungkinkan anda untuk melakukan resize pada grafik dan melihat data dengan lebih jelas dan sesuka anda.
5. Nagios
Nagios adalah “standar industri dalam pemantauan infrastruktur IT”. setidaknya itulah yang tertulis di website mereka. Nagios memang sedikit rumit untuk menginstal dan mengkonfigurasi, namun kekayaan fitur yang tak tertandingi oleh alat di pasaran dan ditujukan untuk administrator jaringan TI yang berpengalaman. Nagios mendukung pemantauan beberapa host dan dapat mengirimkan peringatan melalui email, pager (jika Anda masih menggunakan teknologi kuno) atau SMS / pesan teks. Seperti Monit, juga dapat dikonfigurasi untuk secara otomatis untuk merespon masalah.
6. Zabbix
Zabbix adalah tool yang penuh fitur. memiliki dukungan visualisasi besar termasuk pengaturan pribadi pandangan, zoom, dan pemetaan. Hal ini dapat mengirimkan peringatan melalui email, SMS atau pesan instan. Tools ini juga memberikan peringatan, yang dapat berguna ketika Anda secara fisik dekat mesin pemantauan.
7. Observium
Observium diarahkan Linux, BSD dan jaringan Cisco. mendukung penemuan otomatis infrastruktur jaringan Anda, menemukan jaringan yang mungkin tertarik dalam pemantauan, fitur ini dapat dibandingkan dengan bagaimana Wi-Fi perangkat lunak Anda secara otomatis menemukan sinyal dalam rentang yang dapat terjangkau. Observium menyediakan grafik rinci, dan dapat diatur di samping nagios untuk memberikan peringatan. Hal ini juga terintegrasi dengan baik dengan Collectd (ditampilkan di bawah) untuk antarmuka yang lebih kuat.
8. Zenoss
Zenoss adalah versi open source dari server pemantauan alat komersial Perusahaan Zenoss , seluruhnya ditulis dengan Python. Ini mendukung format plugins Nagios , begitu banyak yang ada di Plugin nagios dapat digunakan dalam Zenoss. Salah satu highlight utama dari Zenoss adalah kuat namun sederhana untuk menggunakan antarmuka pengguna.
9. Collectd
Collectd mirip dengan Munin dan Cacti bahwa berfokus pada grafik metrik sistem. dirancang khusus untuk kinerja dan portabilitas, ini berarti cocok bekerja untuk sistem besar, low-end, dan sistem embedded.Dirancang untuk menggunakan sumber daya rendah. Collectd yang dapat mengumpulkan data setiap 10 detik tanpa mengganggu proses server Anda, menyediakan statistik dalam resolusi tinggi. Anda dapat menulis ekstensi tambahan menggunakan C, Perl atau Java.
10. Argus
Argus berfokus pada pemantauan layanan jaringan, dan mendukung IPv4 dan IPv6. Memiliki prosedur yang bagus dalam peringatan. misalnya Sistem mendeteksi problem maka Argus akan mengirimkan peringatan dan jika masalah masih belum teratasi dalam jumlah waktu yang ditentukan (mungkin karena admin sistem di rumah menikmati tidur), peringatan lain akan dikirim ke orang lain.
G.Cara Konfigurasi Samba Server
Berikut cara install dan konfigurasi samba server
1. Install samba
proses intallasi harus sebagai super user “root”
sudo su
install samba
apt-get install samba -y
2. Membuat folder untuk di share saya akan buat folder data_server di /home/irfan/
mkdir /home/irfan/data_server
ganti permission folder ke 777
chmod 777 /home/irfan/data_server
3. Konfigurasi file smb.conf di /etc/samba/
nano /etc/samba/smb.conf
kemudian tambahkan script berikut dipaling bawah
[data_server] path = /home/irfan/data_server/ browseable = yes read only = no guest ok = yes writeable = yes
sehingga menjadi seperti gambar berikut
keterangan
[data_server] nama folder yang akan muncul pada saat sharing
path = lokasi folder yang dishare
browseable = yes artinya folder tersebut dapat dibrowse
read only = no artinya folder tersebut tidak hanya baca
guest ok = yes artinya untuk pemakaian service, terdapat account guest sehingga tidak perlu memasukkan password sedangkan “guest ok : no” memiliki arti permintaan membutuhkan autentikasi dari user yang terdaftar / tidak ada account Guest.
writeable = yes artinya folder tersebut dapat ditulis atau di edit
4. Restart service samba
service smbd restart
Tahap konfiguasi samba server sudah selesai.
Untuk mengakses folder share tekan windows + r “dikomputer client”, kemudian ketiakn //192.168.0.45, maka akan muncul tampilan explorer sebagai berikut.
Installasi samba sudah berhasil agar tidak mengetikan \\ip ketika akan mengakses folder silahkan melakukan mapping folder atau membuat shorcut
C.Keuntungan dan kekurangan
a.Keuntungan Menggunakan Samba
Sampai saat ini belum ada bahkan belum dikembangkan program sejenis yang mampu bertindak seperti samba, yang menghubungkan jaringan dengan sistem operasi yang berbeda seperti Linux dan Windows. Kemampuan dan kelebihan samba dapat disimpulkan sebagai berikut:
➢ Samba merupakan program yang bersifat open source dengan lisensi GNU / GPL (General Public Licence) , sehingga Anda bebas menggunakannya baik untuk pribadi maupun untuk komunitas yang besar seperti perkantoran maupun instansi pendidikan.
➢ Samba mampu menjembatani sistem operasi yang berbeda, yaitu komputer dengan sistem operasi Linux (Unix) dan Windows.
➢ Samba mampu mengoptimalkan mesin Linux seperti PDC(Primary Domain Controler), sehingga memiliki kemampuan yang mirip denagn kemampuan yang dimiliki oleh Windows NT.
➢ Samba dapat digunakan untuk saling berbagi sumber daya data baik dari CD-ROM, hard disk, disket, maupun perangkat penyimpanan lain, seperti flash disk dan lain sebagainya.
➢ Samba mampu menangani pembagian sumber daya perangkat keluaran seperti printer dan plotter, sehingga peralatan ini dapat digunakan secara bersama dalam jaringan.
➢ Samba mengizinkan komputer Windows untuk mengakses driver yang dimiliki oleh komputer Linux.
➢ Sebaliknya, komputer Linux yang menggunakan program samba dapat digunakan sebagai jembatan, sehingga Anda dapat memanfaatkan data yang di-sharing oleh komputer Windows.
➢ Selain itu, samba dapat membantu atau memberikan hubungan antarkomputer dengan teknik WINS Name Server Resolution.
b.KEKURANGAN
• IP Free Proxy tidak selamanya memiliki koneksi cepat dan bisa lemot secara mendadak, bahkan ujung-ujungnya timeout.
• Ribet harus ganti-ganti settingan IP Proxy di browser tiap kali koneksi jelek.
• Tiap kali ingin ganti IP harus mencari IP dulu di situs-situs yang menyediakan Free Proxy, dan ini sedikit membuang waktu
D.CARA KERJA SAMBA
Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD dan NMBD. Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan. Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller, dan banyak fungsi lainnya.
Dengan berkembangnya TCP/IP, maka NT 4.0 menambahkan satu feature yang disebut Windows Socket (Winsock.dll). Gunanya agar protokol NetBEUI yang tidak bisa routing, bisarun-over protokol yang bisa routing seperti TCP/IP. Para pengguna Novell Netware mungkin familiar dengan istilah “IPX encapsulated with TCP/IP”., nah seperti itulah proses NetBEUI yang run over TCP/IP. Di sini letak keunggulan Samba, karena setiap proses RPC (Remote Procedure Call) membutuhkan satu protokol transport, maka begitu kita install protokol TCP/IP di Windows, kemudian kita jadikan IP address Samba sebagai WINS (Windows Internet Name Server) dari komputer itu, maka… voala… Windows akan menganggap mesin LINUX kita sebagai Windows.
WINS itu sendiri tidak lain adalah NetBIOS Name Service (NBNS). Yang melakukan proses Name Resolution dan Browsing. Memang, WINS = NBNS, yang merupakan servis di mana NetBIOS Name di-resolve ke IP address, mirip seperti DNS (Domain Name Service) yang me-resolve IP adress ke host name.
*TERIMAH KASIH*👀

Komentar
Posting Komentar